
Secara harafiah, Neoplasia berarti pertumbuhan baru, dan pertumbuhan baru ini disebut neoplasma. Menurut Sir Rupert Willis seorang onkolog dari Inggris, neoplasma ialah massa jaringan yang abnormal, tumbuh berlebihan tidak terkoordinasi dengan jaringan normal dan tumbuh terus meskipun rangsang yang menimbulkannya/memulainnya telah hilang. Kepada sifat-sifat ini harus ditambahkan jaringan yang abnormal itu tidak mempunyai tujuan, merugikan penderitanya dan tumbuh otonom.
Sel neoplasma mengalami transformasi oleh karena mereka terus-menerus membelah. Hal ini berbeda dengan sel tubuh normal yang pembelahannya terkendali. Pertumbuhan atau perkembangan normal memerlukan sel tubuh yang memperbanyak diri (membelah, proliferasi) dalam keadaan terkendali dan seimbang, terbatas pada jumlah yang diperlukan oleh tubuh. Apabila kebutuhan telah terpenuhi maka pembelahan sel akan berhenti.
Sel neoplasma bersifat parasitik dan pesaing sel atau jaringan normal atas kebutuhan metabolismenya pada penderita yang berada dalam keadaan lemah. Neoplasma bersifat otonom, karena ukurannya meningkat terus, meskipun hal ini bergantung kepada kondisi setempat. Bergantung kepada pemenuhan kebutuhaan darah dan makanan, bahkan pada neoplasma tertentu diperlukan dukungan hormonal/endokrin.
Proliferasi neoplastik menimbulkan massa neoplasma, menimbulkan pembengkakan/benjolan pada jairngan tubuh, membentuh tumor. Istilah tumor mula-mula dipergunakan untuk pembengkakan akibat radang, pembengkakan oleh sembab jaringan atau pendarahan. Jadi tumor berarti untuk sekarang berarti neoplasma yang menurut sifat biologiknya dibedakan atas tumor jinak dan tumor ganas. Semua tumor ganas disebut kanker (cancer).